Video Keong Racun yang menjadikan dua sekawan, Sinta dan Jojo, populer di jagat maya membuat penasaran dosen-dosen di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Dosen di kampus tempat Sinta menuntut ilmu itu sempat khawatir ada adegan kurang pantas atau seronok di video Keong Racun yang kini menjadi fenomena itu.
Namun, setelah beramai-ramai menyaksikan adegan siswa didiknya di youTube, para dosen mengaku lega. “Ternyata masyarakat heboh karena suka dengan kekonyolan mereka,” ungkap dosen pembimbing akademik Sinta Nurmansyah, Andika, saat ditemui di kampus UPI, Jumat 30 Juli 2010.
Sinta (sebelumnya ditulis Shinta), tercatat sebagai mahasiswa semester V jurusan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni UPI.
Di kampus mojang Bandung berambut panjang itu dikenal pendiam dan tak banyak tingkah. Makanya dosen-dosen di kampus itu sempat kaget dan curiga saat Sinta menjadi pembicaraan publik, masuk televisi, dan diburu wartawan.
“Dosen-dosen kan selama ini baru mendengar saja, tadi pagi para dosen baru menonton bareng di youTube,” ungkap Andika kepada wartawan.
Setelah menyaksikan sendiri, mereka malah bangga, ternyata sambutan masyarakat bersifat positif.
Sinta sendiri, lanjut Andhika, merupakan mahasiswa yang rajin dan cerdas. Selama empat semester, nilai IPK Sinta tercatat 3,45. “Secara akademik rajin dan tidak ada masalah,” ungkapnya.
Sinta dan sahabatnya, Jojo, menjadi terkenal setelah menyanyikan Keong Racun secara lipsync dengan gaya yang konyol. Di jejaring sosial, nama mereka jadi terkenal. Bahkan masuk trending topik mikroblog twitter. Tidak hanya jadi berita di media dalam negeri, fenomena Keong Racun juga diberitakan media internasional.